Jenis Literasi Media Dengan Berbagai Persoalannya
Purwokerto – Tidak selamanya perubahan zaman yang semakin pesat menjadi sebuah pertanda buruk, di dunia ini selalu ada dua mata pisau, setiap hal yang negatif selalu bersinggungan dengan hal yang positif. Keduanya saling terkait, barangkali untuk menjaga keseimbangan sebuah sistem.
Literasi Media membawa kita menjelajah lebih jauh mengenai hal tersebut, menjadikan kita semakin melek dengan realitas, sehingga kita tau, hal-hal yang perlu diupayakan ketika harus berhadapan dengan suatu persoalan.
Lantas sebetulnya apa saja jenis-jenis literasi media yang penting untuk kita ketahui? Mari simak tulisan berikut ini.
ada beragam jenis literasi media, beberapa di antaranya yakni:
Literasi Vidio Game
Jaman dahulu, tidak semua orang dapat mengakses vidio game, hanya beberapa orang kalangan tertentu saja, yang dapat mengaksesnya sebagai privilage sebagai manusia yang berkecukupan. Era sekarang, game sedemikian mudah sekali untuk diakses oleh banyak kalangan, hanya dengan modal ponsel saja.
Mungkin, game cukup bermanfaat untuk perkembangan nalar manusia dalam mengatur strategi, namun persoalannya, durasi bermain yang cukup panjang akan berujung merusak kehidupan generasi kita.
Ketika tenggelam dalam vidio game, diperlukan adanya kontrol dari orang tua, yang mengamati sekaligus mengedukasi anak terhadap apa-apa yang ditampilkan oleh vidio game. Sebab beberapa game mengandung tindakan kriminal seperti pembunuhan dan perang.
Nalar manusia yang belum cukup teredukasi memungkinkan terjadinya tiruan perilaku dari dunia online ke in real life.
Sementara itu, beberapa game juga terindikasi adanya konten pornografi, hal tersebut disampaikan oleh CEO NXG ( Next Generation Indonesia) sebuah organisasi non profit yang serius terhadap isu literasi digital fokus untuk perlindungan anak dan pemantauan konten vidio game, Khemal Andrias.
Khemal mengatakan ada beberapa adegan yang tidak layak untuk ditiru dalam alur cerita game, seperti alkohol, rokok, simulasi perjudian, fantasi seksual, sadisme, tindak kriminal dan dialog kasar.
Menurutnya, kita perlu mengubahn mindset mengenai vidio game. Tidak semua game untuk anak-anak, game merupakan permainan yang bisa dimainkan oleh berbagai kalangan sehingga ditampilkan vidio dewasa. Ada klasifikasinya seperti di film.
Maka dari itu, kita perlu memiliki kemampuan cakap digital sehingga lebih bijak dalam menggunakan media.
Literasi media massa
Media massa merupakan istilah yang digunakan sekitar era 1920an unntuk menamai jenis media yang didesain khusus untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Kita akrab dengan yang namanya pers.
Meminjam istilahnya Raden Mas Djokomono, pers merupakan hal yang membentuk pendapat umum melalui surat kabar ( era sekarang sudah beragam bentuk) , pendapat tersebut mampu membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak-hak bangsa Indonesia ketika masa penjajahan Belanda.
Mengambil sentral point tersebut, bisa kita simpulkan betapa power sebuah media massa mampu menggiring perspektif publik untuk berpikir sesuatu, melakukan sesuatu, bahkan membuat sebuah gerakan besar untuk merubah sesuatu.
Ada banyak sekali media masa yang arah pemberitaannya sesuai dengan visi dan missi dibentuknya media tersebut, tidak jarang setiap media mempunyai kepentingannya masing-masing.
Terlepas dari kepentingan tersebut baik atau tidak untuk kemaslahatan publik, itu tergantung bagaimana kita menyikapi berita-berita yang dikabarkan dalam media tersebut. Respon kita dalam menanggapi isu secara selektif dan tidak mudah terpapar hoaks, mempengaruhi bagaimana algoritma membawa kita pada dunia semacam apa yang sesuai dengan karakter kita.
Maka dari itu, penting untuk kita mempertimbangkan apa-apa saja yang dikonsumsi melalui media massa dengan kemampuan berliterasi media massa.
Literasi Media Film
Bagi kalangan manusia yang tidak terlalu suka dengan buku bacaan, film menjadi alternatif untuk menggali sebuah pengetahuan. Melalui film kita bisa diajarkan suatu nilai tanpa adanya dogma, mempelajari rumitnya bentuk emosional manusia, serta rumitnya konflik kehidupan dengan berbagai solusinya.
Di dalam film terdapat beragam karakter yang berpotensi menginspirasi manusia yang mennontonnya, perlu bagi kita untuk memilih film-film yang sesuai dengan moralitas yang sesuai dengan nila-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, kita bisa tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang selama ini kita percayai. (*)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar