Segenap Cuaca di Purwokerto
Warmindo Atap Langit
apa yang dicatat semesta?
ketika kau bunuh waktu dengan eskapisme di kosan tua
mendorong orang-orang menjauh
bersama fiksi yang dibangun dengan riuh
betapa sebuah trauma
mampu mengubah kepribadian manusia
hanya dengan sekali peristiwa
mentalmu babak belur tak tersisa
lalu kepalamu dipenuhi dengan skenario-skenario rekayasa
bahwa tidak ada satu pun manusia
yang diciptakan dari empati dan nurani
mereka hanyalah jisim penuh ambisi
kau membenci spesiesmu sendiri
di warmindo atap langit
kau tersenyum sengit
menjilati sisa-sisa janji mengopi
dengan calon kekasihmu yang perasaannya belum kau konfirmasi
tak ada yang bisa diceritakan
pada rembulan yang menepis sepotong hati penuh kesepian
lalu pada bait-bait puisi
kegalauan ini akan dilupakan
Purwokerto, 24 Juli 2024
Curhat Bulan Juni
Sebelum ada telinga yang bisa dipercaya
Aku lebih suka menyembunyikan sebuah peristiwa
Pada sajak-sajak yang penuh umpama
Lantas sebelum aku bermain kata
Aku membiarkan hujan yang ramah petir
Merapihkan kegaduhan geledeknya sendiri
Bagi yang bukan penikmat sastra
Meracik puisi adalah profesi sia-sia
Anak kecil mana yang ketika ditanya cita-cita
ia nobatkan dirinya kelak menjadi pujangga?
Aduhai pak Sapardi
Tidak ada yang lebih tabah
Dari penyair yang gemar bersemedi
Di bawah guyuran ketidak pastian rezeki
Purwokerto, 24 Juli 2024
Cinderella Kesandung Pelangi
Aku telah terbangun berkali-kali
Dengan mimpi yang berbeda-beda
Mengelana pada berbagai rupa semesta
Membiarkan raga mati rasa
Sampai lututku lupa caranya berjalan
Dan linu-linu ketika digerakan
Aku kira, memberi nyawa pada dunia imaginer
Akan memberiku segenggam cinta
Sesuatu yang mungkin terlalu mewah diberikan untukku di kehidupan nyata
Apakah kau percaya dengan kehidupan selanjutnya?
Mungkin aku kan terlahir sebagai nanon korapat di universe lain
Lalu aku berencana untuk tidak bertemu dengan ohm pawat
Menciptakan kenormalan baru dalam masyarakat
Sebetulnya, aku suka pelangi
Tetapi setelah aku berlelah-lelah mendandani diri
Menjadi cinderella yang jelita
Pangeran yang kudamba tak menyukai sepatu kaca
Ia menemukan adidas samba
Lantas mengajaknya berdansa
Hatiku segemuruh kereta kencana
Menggelegar oleh hal yang tak pernah terduga
Purwokerto, 24 Juli 2024
Dalam Lagu, Hilang Arahku
Bagaimana cara berpamitan dengan melody yang dilahirkan oleh Jeff Satur?
Aku tak mengenali bahasa, budaya, bahkan orientasi yang dirasa olehnya
yang kutahu, telingaku berdendang
mataku terpejam, insomiaku sembuh dalam satu malam
ada sebuah nama yang foldernya tersimpan rapi
pada dokumen yang terselip dalam nyanyian ‘’why don’t you stay’’
siapapun, beritahu aku, di mana letak pintu
yang menunjukan jalan pulang dari kebingunganku pada dunia thaintu?
Aku tak mengkampanyekan apa-apa
Aku tak mau banjir kritik selamanya
Ada konstruksi sosial yang penuh propaganda
Pedoman sikapku mulai porak poranda
yang kubutuhkan hanyalah perjalanan penuh cinta
petunjuk arah yang bahkan ramah untuk sang buta
Purwokerto, Juli 2024
Purwokerto dan Segenap Cuaca
Bisakah kita berlindung, dari hujan asmaraloka
yang rinainya terbuat dari puisi bulan juli
cuaca tidak pernah memihak kita
rindu hanya lah sebuah bencana
Purwokerto tak pernah kebanjiran kata-kata
Sebab ia telah kekeringan bahasa cinta
atau aku saja yang lupa cara membaca
atau kau yang enggan untuk membalik halaman selanjutnya?



Komentar
Posting Komentar