Luka Cita Asmara

 


Di Tepi Jendela

aku suka matamu yang terkesima pada hujan

juga lesung pipit menawan yang tercetak setelah kau menjawab adzan


pada maghrib yang biru di permulaan januari duaribu dua puluh lima

pada tepi jendela warmindo atap langit 

segala rencana tercipta 

pada frekuensi optimisme yang menguar lewat perbincangan menunggu reda

aku berharap segalanya betul-betul mewujud nyata


aku membayangkan gerakan cinta baca yang disuarakan melalui keteladanan

pada perilakumu aku mengkhatamkan angan-angan

pada masa muda 

aku jatuh hati sepenuhnya 


pada kerlip kubah di sudut langit Purwokerto Utara

pada cahaya ke-oren-an yang mengintip di antara awan-awan yang menggelap

aku menyaksikan kedamaian batin yang bikin terkesiap


Purwokerto, 06 Januari 2025


Pagi Tergelap

pada Purwokerto Utara seberang senja

kau mengabariku bahwa detik itu 

kau putuskan untuk melipat sayapmu


'pada siapa kau hendak melalang buana menawarkan sejuta warna?'

tanyaku dengan beribu pilu

katamu, 'mataku sudah tak lagi seteduh dulu'

'baiklah, kalau pagi-pagi kau terjaga, kuharap kau tak lagi kedinginan oleh kabut subuh sentosa'


lalu setelah itu, kau pergi dengan menaburkan mawar berduri

sepanjang jalan ahmad yani 

kakiku berdarah-darah melangkah 

membelakangi harap cemas dalam relapse obrolan kita di sudut kampus gedung tua


Purokerto, 14 Januari 2025


Komentar

Postingan Populer